"Babylonia" Suku Yang Dipilih A7X Dalam Lagunya (Beast and the Harlot)

Fallen Now is Babylon The Greats ………….
Babylonia adalah salah satu dari 10 suku yang hilang. Yang terkenal dengan Taman Bergantungnya … Untuk lebih jelas langsung baca aja..
Seperti apakah Taman Bergantung Babylonia? Bayangkan sebuah dataran tinggi bertingkat-tingkat setinggi seratus meter. Masing-masing tingkat ditumbuhi ratusan pohon palam, anggur, sycamore, zaitun, apel, akasia, almond, peach dan lili air. Ketika angin bertiup, wangi anggur, zaitun dan peach menelusup ke penciuman, menerbitkan selera. Manis rasa buah dibawa angin sampai ke lidah. Seperti yang dilukiskan puisi tradisional Babylonia: ”seseorang bisa minum sari buah di taman ini, hanya dengan membaui aroma pohonnya saja.”
Ketika angin berhembus, daun-daun palem berguguran dibawa angin mengambang ke kolam-kolam lili air, dan ke kota Babylon di bawahnya. Seluruh wilayah kota terbesar pertama di masa kuno ini (penduduknya diperkirakan 200.000 jiwa) terlihat sangat jelas dari puncak taman. Meski berada di dataran tinggi namun seluruh tanaman disirami air setiap hari. Sistem pengairan taman ini sangat menakjubkan (lihat Rahasia Air yang Memanjat). Tak salah kiranya jika Philon, filsuf Yunani yang gemar berkelana mencatatnya sebagai satu dari tujuh keajaiban kuno dunia. Taman ini sangat memikat hati. Continue reading

“Babylonia” Suku Yang Dipilih A7X Dalam Lagunya (Beast and the Harlot)

Fallen Now is Babylon The Greats ………….
Babylonia adalah salah satu dari 10 suku yang hilang. Yang terkenal dengan Taman Bergantungnya … Untuk lebih jelas langsung baca aja..
Seperti apakah Taman Bergantung Babylonia? Bayangkan sebuah dataran tinggi bertingkat-tingkat setinggi seratus meter. Masing-masing tingkat ditumbuhi ratusan pohon palam, anggur, sycamore, zaitun, apel, akasia, almond, peach dan lili air. Ketika angin bertiup, wangi anggur, zaitun dan peach menelusup ke penciuman, menerbitkan selera. Manis rasa buah dibawa angin sampai ke lidah. Seperti yang dilukiskan puisi tradisional Babylonia: ”seseorang bisa minum sari buah di taman ini, hanya dengan membaui aroma pohonnya saja.”
Ketika angin berhembus, daun-daun palem berguguran dibawa angin mengambang ke kolam-kolam lili air, dan ke kota Babylon di bawahnya. Seluruh wilayah kota terbesar pertama di masa kuno ini (penduduknya diperkirakan 200.000 jiwa) terlihat sangat jelas dari puncak taman. Meski berada di dataran tinggi namun seluruh tanaman disirami air setiap hari. Sistem pengairan taman ini sangat menakjubkan (lihat Rahasia Air yang Memanjat). Tak salah kiranya jika Philon, filsuf Yunani yang gemar berkelana mencatatnya sebagai satu dari tujuh keajaiban kuno dunia. Taman ini sangat memikat hati. Continue reading